PERPUSTAKAAN ONLINE INDONESIA BLOG’S

Agustus 31, 2008

Kisah Anto, Kadal, Dan Si Burung Betina

Filed under: Ekologi Hewan — perpusonline @ 11:38 pm

Di Sebuah Desa di pinggiran Hutan, terdapat beberapa rumah kecil yang terletak berjauhan, didalam hutan kecil itulah anak-anak biasanya bermain, salah satu diantaranya, Anto dan Anti. Anti dan anto adalah kakak beradik, orang tua mereka adalah petani, saat orang tua mereka sibuk bekerja dikebun, biasanya mereka bermain di hutan, mereka memiliki sebuah rumah pohon, yang umurnya sudah 10 tahun, rumah pohon itu dulunya milik paman mereka, yang kini sudah pindah ke Kota untuk meneruskan Sekolah. Paman mereka bernama heriyanto, pergi sangat jauh dari kampung halaman mereka untuk kuliah, paman mereka sangat mencintai hutan ini, sebelum pergi paman mereka berpesan agar mereka tidak merusak hutan ini.

Pada suatu hari yang cerah Anto pergi lebih dahulu ke dalam hutan untuk bermain, saat itu Anto dalam keadaan sangat marah, ia merasa sangat kecewa pada orang tuanya Anto merasa orang tuanya tidak adil, karena hari ini anti kakaknya mulai masuk sekolah, sehingga Anto hanya bermain sendiri dirumah, menurut Oarng tuanya Anto belum waktunya Masuk sekolah.

KArena marah dan kecewa Tidak seperti biasanya, anto tidak langsung pergi kerumah pohon, tetapi anto bermain dulu di sungai kecil yang ada di dalam hutan, Anto berenang, sendiri, tidak lama kemudian anto merasa sangat lapar, karena memang sejak pagi ia tidak makan sedikit pun. Setelah selesai berenang Anto pun mengambil Katapel yang ada dikantong Celananya, sejenak Anto teringat Paman Heryanto, yang sangat marah ketika melihat anak-anak bermain katapel, tetapi Anto mengabaikannya. Anto berjalan menyusuri sungai yang sudah mulai keruh, tetapi disungai itu sudah tidak banyak ikan, anto hanya mendapat satu ekor ikan, setelah itu Anto menyalakan Api, ketika anto hendak membakar ikan, tiba-tiba Anto berpikir bahwa ikan tersebut didak akan membuatnya kenyang, lalu anto berjalan meninggalkan api yang telah dibuatnya, tidak jauh dari situ ternyata ada seekor burung betina sedang memberi makan anak-anaknya disebuah sarang,…..”eemmm mungkin burung ini sangat lezat untuk Dimakan” pikir anto….lalu ia berusaha menembak burung itu dengan katapel…

Tepat siang hari Anti baru saja Pulang Sekolah, ia sangat rindu kepada Anto, adiknya karena baru pertama kali Anti dan Anto berpisah, tetapi ia sangat kecewa ketika ia sampai dirumah ternyata Anto tidak ada. Anti tahu kalau saat itu Anto Pasti berada di Hutan, Ia merasa sangat khawatir…karena Anto belum pernah bermain dihutan sendirian…Antipun bergegas menyusul Anto dengan membawa rantang berisi makanan, ia tahu pasti Anto sangat lapar. Ia tidak ingin terjadi Apa-apa pada Anto. Ketika Sampai dirumah pohon anti bertambah khawatir karena anto tidak berada disitu….tak lama kemudian Anti melihat ada asap tebal, disekitar dekat sungai, anti berpikir mungkin saja Anto ada disitu. Anti meletakkan Rantang berisi makanan di bawah Pohon dan berlari sekencang-kencangnya karena khawatir terjadi Apa-apa pada Anto…ketika sampai ditepi sungai Anti tidak menemukan Anto, ia hanya melihat seekor ikan yang ditaruh di batok kelapa yang terletak dipinggir kobaran api yang mulai membakar sebatang pohon…lalu dengan sekuat tenaga anti berusaha memadamkan api…untung saja kejadian ini terletak di tepi sungai, anti mengembalikan Ikan Kesungai dan menggunakan Batok kelapa tersebut untuk memadamkan api sehingga api dapat padam dengan segera. Anti adalah anak yang pemberani, ia berani memadamkan api yang berbahaya demi hutan yang ia cintai.

Tidak lama kemudian Anto berhasil menembak burung menggunakana katapel, dan Tack anto berhasil membuat burung betina itu terluka dan jatuh. Anto merasa puas..dibawanya burung betina itu kepinggir sungai tempat ia membuat api, tetapi betapa terkejutnya Anto ketika melihat Api yang ia buat sudah padam…Anto pun tidak melihat ikan yang ia tangkap…ternyata tidak lama kemudian ia melihat Anti dengan membawa Batok kelapa ditangan, Anto sangat marah karena ia menganggap Anti sengaja membuang ikan yang ia tangkap….sedangkan dalam waktu yang bersamaan Anti paham juga bahwa Anto yang membuat Api, Anti bertambah marah ketika melihat burung yang terluka di genggaman tangan anto…Anti berusaha menasehati Anto, Ia Mengingatkan anto tentang nasehat dari Paman Hery… tetapi ternyata anto sangat marah…sehingga tidak mau mendengar perkataan Anti…Anto kecewa dan berlari sekencang-kencangnya sambil menangis. Ketika Sampai dirumah Pohon…dihempaskanya burung yang ada ditangannya ke tanah, dan ia bergegas masuk kedalam rumah pohon. Karena berpikir kakaknya tidak sayang lagi padanya ia menendang-nendang sekuat tenaga dinding-dinding rumah pohon, ia ingin rumah pohon milik mereka berdua rusak…setelah kelelahan ia duduk sejenak…tapi ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, ternyata ada seekor kadal terperangkap dibalik diding itu, kakinya melekat pada sebuah paku. Anto merasa kasihan sekaligus penasaran. Ternyata ketika Anto mengingat-ingat Rumah pohon ini tidak pernah diperbaiki selama sepuluh tahun, karena bahan rumah pohon ini terbuat dari kayu ulin…berarti Kadal ini juga terjebak dipaku ini selama sepuluh tahun?????

Apa yang terjadi????bagaimana kadal ini dapat bertahan hidup???? Bagaimana kadal ini mendapatkan makanan?????dalam keadaan terperangkap, tanpa makanan, dan tidak bisa bergerak serta dalam kondisi gelap???itu adalah suatu keadaan yang sangat menyedihkan pikir Anto.

Anto lalu berpikir bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat dipaku itu!!Anto tetap duduk ditempat itu tanpa bergerak sedikit pun…lalu tidak lama kemudian entah dari mana datangnya datanglah seekor kadal lain dengan membawa makanan di mulutnya..dan dengan menjulurkan lidahnya, diberikan makanan itu kepada kadal yang terjebak dipaku. Anto merasa sangat terharu..ternyata ada seekor kadal lain yang memperhatikan kadal itu selama 10 tahun, sungguh ini adalah sebuah ungkapan cinta dan kasih sayang yang indah…. anto merasa sangat iri dengan kadal itu,…ia berpikir “kalau hewan saja bisa saling menyayangi sepertoi itu kenapa Aku dan Anti kakakku tidak???”. Ia lalu teringat betapa jahatnya dirinya, hanya karena lapar sebentar ia menangkap ikan dan melukai burung, serta hampir saja membakar hutan yang sangat berharga bagi mereka, hutan ini bukan hanya penuh kenangan bagi Anti dan Anto, tetapi bagi banyak anak lain di Desa itu, serta seluruh warga desa, karena hutan sungai jernih yang mengalir dihutan inilah yang digunakan seluruh penduduk desa, seketika itu Anto tersadar, setelah membantu melepaskan Kadal tersebut dari paku, Anto segera turun dari rumah pohon…Alangkah terkejutnya Anto melihat ada rantang berisi makanan dibawah rumah pohon….hal tersebut membuatnya semakin menyesal dengan kekasaranya pada Anti kakaknya…Anto Tahu bahwa hanya Anti yang mau membawa makanan untuknya, “Ternyata anti Sangat Menyayangi Aku, Aku Tidak pantas Untuk Iri padanya, Mungkin Memang Belum saatnya Aku Sekolah” Pikir Anto…Lalu dicarinya Burung betina Yng tadi Dihempaskannya…

Anto Merasa sangat kebingungan ketika dilihatnya burung itu sudah lemah tak berdaya….ia bingung dan lari sekuat-kuatnya menuju tepi sungai….ternyata ditepi sungai itu ia melihat Anti Kakaknya sedang menyuapi anak-anak burung betina tadi. Dengan tertuduk malu anto mendatangi Anti dan meminta maaf atas semua perbuatannya. Lalu Ia menyerahkan seekor burung betina yang sudah sangat lemah kepada Anti… Anti memeriksa burung Betina tersebut. “Ehmmm tubuh burung betina ini masih hangat, semoga bisa diselamatkan” kata Anti. Akhirnya Anto Dan Anti Sepakat membawa Burung betina yang terluka dan anak-anaknya pulang kerumah, mereka meletakkan sarang burung tersebut dipohon di halaman rumah mereka agar mereka bisa merawat dan menjaga sepanjang waktu. Sebagai hukuman untuk Anto ia tidak lagi bisa bermain di Hutan sampai burung betina sembuh, ia harus menjaga dan memberikan makan untuk anak-anak burung itu, untuk menebus Kesalahannya Anto menjalankan Tugas itu dengan tulus…Ia tidak lagi merasa kesepian karena setiap Anti pergi sekolah Anto Akan bermain dengan Burung Betina dan anak-anaknya. Sampai Suatu hari ketika Sang Betina Sehat, Anto dan Anti mengantarkan kembali Burung Betina dan Anak-anaknya Kembali kedalam hutan, Anto merasa sedih, agar merasa tidak kesepian lagi, anto dating sering dating ke hutan untuk melihat Burung Betina dan anak-anaknya, Anto sangat senang ketika melihat burung Betina mulai mengajarkan anak-anaknya terbang. “Aha…. Kalian hebat, kalian harus berjanji untuk datang kerumahku jika sudah bisa terbang” Kata Anto.

Pada suatu hari Anto Jatuh Sakit… ia sangat sedih saat itu karena tidak bisa bermain dihutan dan mengunjungi si Burung betina dan anak-anaknya. Tetapi alngkah terkejutnya Anto ketika Melihat Si Burung Betina Bersama Anak-anaknya bersiul-siul sangat merdu dihalaman rumahnya,

“ternyata kalian sudah bisa terbang” kata anto lemah…..lalu burung-burung itu bertengger di tubuh anto dan bersiul dengan merdu seolah-olah menghibur dan mengucapkan terimakasih pada anto, Anto merasa sangat bahagia.

Keesokan paginya ketika Anto merasa mulai sehat, Ia duduk dihalaman Rumahnya,dan alangkah terkejutnya Ia melihat beberapa sarang burung dihalaman rumahnya… Ternyata anak-anak burung betina tadi sudah mulai membuat sarangnya sendiri, dan mereka memilih membuat sarang didekat rumah Anto. Anto merasa terharu dan sangat menyesal jika mengingat perbuatanya dulu. Anto Berjanji tidak akan mengulangi perbuataannya lagi. Sekarang setiap pagi, Anto, Anti, dan seluruh keluarganya, akan terhibur dengan kicau burung yang sangat merdu.

Comments
Tanaman Hias

15 Maret, 2007 pada 2:32 am (Uncategorized)

Lidah Mertua
SI BANDEL YANG BERDAUN CANTIK

Termasuk tanaman favorit para pencinta tanaman hias, tanaman satu ini lumayan bandel. Jenisnya ada bermacam-macam.

Entah sejak kapan tanaman sansevieria ini mendapat sebutan “lidah mertua.” Entah pula apa alasannya sehingga tanaman hias yang daunnya berdiri tegak ini diberi nama lidah mertua. Diduga, karena bentuk fisik daunnya yang panjang, sehingga dimaknai sebagai apa yang dikatakan mertua (dengan lidahnya) punya tujuan panjang ke depan. Pesan mertua agar diingat sampai hari esok.

Sansevieria juga dikenal sebagai “tanaman ular.” Wah, kok menakutkan, ya? Ini hanya gara-gara tekstur daunnya yang memang mirip kulit ular. Warna daun ada yang hijau muda bercampur dengan alur menyerupai pita dan bersisik seperti kulit ular. Ada pula yang menyebut sansevieria ini sebagai “tanaman pedang-pedangan,” karena besaran
daunnya ada yang memanjang sampai 75 cm dengan ujung runcing.

TAHAN LAMA
Sebagai tanaman hias, sansevieria termasuk tanaman yang cukup mampu bertahan lama. Dari dulu hingga sekarang, para pencinta tanaman hias masih mencintai kehadirannya. Jujur diakui, warna daun dan tampilannya memang cantik. Daunnya berwarna-warni, mulai dari hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, bahkan ada pula kombinasi putih-kuning dan hijau-kuning. Begitu pula dengan alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun, yang memiliki beragam model. Ada yang zig-zag, ada yang mengikuti arah serat daun, meski ada pula yang semrawut tidak beraturan.

Daun-daun sansevieria tumbuh langsung dari batang yang tebal di dalam tanah. Daun-daun juga muncul dari rimpang akar yang menjalar di bawah tanah. Sayangnya, jika pucuk daun yang runcing itu patah, maka seluruh kegiatan pertumbuhan daun
pun terhenti.

Tanaman ini termasuk bandel dan mampu bertahan di banyak kondisi, sehingga kita tak perlu cepat-cepat mengganti pot. Bahkan, pot bisa bertahan setahun lebih. Pasalnya, sansevieria masih bisa hidup pada media yang berkurang kesuburannya. Ia tahan terhadap kekeringan. Dan untuk bertahan, ia memiliki daun yang banyak mengandung air (sukulen). Jadi, tanaman ini memang bandel!

BERAGAM JENIS
Tanaman ini memiliki beberapa jenis dan varietas. Beberapa di antaranya adalah:
1. Sansevieria trifasciata
Jenis ini yang sering disebut sebagai tanaman ular. Daunnya yang masih muda tumbuh tepat di tengah-tengah roset yang menyeruak ke atas. Awalnya, pertumbuhan tampak seperti lidi. Jenis “trifasciata” yang telah disilang menghasilkan varietas baru, antara lain:

* S.trifasciata “Hahnii”
Warna daunnya hijau tua dengan garis-garis melintang abu-abu putih. Panjang daun hanya 10 cm dan pangkalnya melebar. Daun tumbuh tidak tegak lurus, melainkan menyebar ke samping dan tersusun beraturan. Jadi, sepintas tampak seperti pohon nenas atau sarang burung (bird’s nest). Tak heran jika varietas ini disebut sansevieria bird’s nest.

* S.trifasciata “Golden Hahnii”
Penampilan fisiknya hampir sama dengan Hahnii, bedanya ada pada warna daun yang hijau muda dengan kombinasi warna kuning emas, dan berbentuk pita pada bagian tepi daun.

* S.trifasciata “Silver Hahnii”
Kondisi fisiknya memang lebih panjang dibandingkan hahnii lainnya, namun tetap lebih pendek ketimbang sansevieria biasa. Yang menarik adalah warna daunnya yang hijau keperakan, dengan garis-garis horizontal hijau kelam yang tersebar.

2. Sansevieria liberica
Boleh dibilang, jenis ini memiliki daun yang paling besar dan panjang. Tumbuh kokoh ke atas dan agak tebal. Jika diperhatikan warna daunnya, tampak kombinasi hijau-putih, namun warna putih lebih menonjol.

3. Sansevieria cylindrica
Sesuai dengan namanya, ia memiliki daun yang tumbuh memanjang ke atas dan berbentuk silinder. Daunnya kaku dan sangat tebal dengan warna hijau tua dengan alur-alur hitam keabu-abuan bercampur hijau muda.

Comments

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: